SETIAMU, TUHANKU (Nyanyikanlah Kidung Baru 34)

SETIAMU, TUHANKU (Nyanyikanlah Kidung Baru 34)

 
             Akhir-akhir ini cukup banyak lagu dikarang, yang isinya mengambarkan kebaikan dan kesetiaan Tuhan. Lagu ini begitu indah, cukup menonjol seperti mercu suar yang menyala terang. Cukup banyak pula lagu sebagai hasil pergumulan atau pengalaman yang mengharukan, tetapi lagu ini adalah hasil pengamatan si pengarang syairnya mengenai “Kesetiaan Tuhan yang disadari setiap pagi”.

             Thomas Obadiah Chisholm, pengarang syair lagu ini lahir dalam pondok sederhana yang terbuat dari kayu di Franklin Kentucky, pada tanggal 29 Juli 1866. Karena keadaannya cukup sederhana, ia tidak sempat mengecap pendidikan menengah atau perguruab tinggi. Tetapi ia nampak berbakat, maka pada umur enam belas tahun ia sudah diminta mengajar di sekolah di mana ia belajar sebelumnya. Pada umur dua puluh satu tahun ia menjadi pembantu editor di majalah mingguan Franklin favorit, yang terbit di kota itu. Enam tahun kemudian ia menerima Kristus sebagai Juruselamat untuk dirinya sendiri pada waktu menghadiri pertemuan penginjilan yang dipimpin oleh Dr. H.C. Morrison di kota Franklin itu . atas undangan Dr. Morrison ia pindah ke Louisville dan menjadi editor majalah Pentecostal Herald, yang dipimpin oleh Dr. Morrison. Ia bekerja baik, lalu ia ditahbiskan menjadi pendeta di gereja metodis, tetapi tak lama kemudian ia berhenti karena kesehatannya memburuk. Menjelang tahun 1909 kesehatannya pulih kembali, lalu ia bekerja di satu perusahaan asuransi di Vineland,New Jersey. Pada tahun 1953 ia pensiun dan tinggal di satu rumah orang jompo di Ocean Grove, New Jersey.

              Chisholm mengarang lebih dari 1200 syair dan cukup banyak di antaranya menjadi lagu. Pada tahun 1923 ia mengirim beberapa syair kepada pendeta William M. Runyan, seorang komponis yang mempunyai hubungan baik dengan Moody Bible Institute dan penerbit Hope Publishing Company. Runyan menulis: “Syair ini begitu indah dan penuh kuasa, dan saya berdoa supaya melodi yang saya karang dapat mengungkapkan pesan yang begitu indah, yang ada dalam syair itu. Puji Tuhan, doa saya itu di dengar Tuhan, karena lagu ini cukup banyak dinyanyikan dan disukai orang “. Melodi lagu ini dikarang tahun 1923 .

             Penyanyi terkenal Bev Shea mencatat, bahwa  lagu ini petama-tama diperkenalkan oleh Billy Graham di Inggris pada tahun 1954 dan sejak itu menjadi lagu favorit di sana.


 (dikutip dari buku Alfred Simanjuntak "Kisah Kidung")

0 komentar :

Posting Komentar